Nice Home Work #1: Adab Menuntut Ilmu

23 Oct 2016

Overview 

Menuntut ilmu sejatinya adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku yang lebih baik. Karena pada dasarnya, ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan. Banyak di antara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya. Namun, barang siapa menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikit pun akan sangat bermanfaat baginya. Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri. Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain? Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan. Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

Pada Diri Sendiri:
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk. Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

Pada Guru/Penyampai Ilmu
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

Pada Sumber Ilmu
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Sumber overview/materi:
Ibu Septi Peni Wulandani (Resume Matrikulasi Ibu Profesional dengan tema ADAB MENUNTUT ILMU, 17 oktober 2016)
Turnomo Raharjo (Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012)
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

Nice Home Work #1

Saya belajar banyak overview ADAB MENUNTUT ILMU. Terlebih di sesi Tanya jawab yang dipandu langsung oleh Ibu Septi. Banyak jawaban yang mencengangkan dan mengaduk-aduk sisi batin saya. Betapa adakalanya saya merasa benar, padahal jika memasukkan unsur lain, bisa jadi timpang. Salah satunya adalah sifat rendah hati ketika menuntut ilmu. Sumber ilmu tak harus dari guru hebat. Bisa dari siapa saja, tetapi yang terutama adalah keridaan pemberi ilmu. Maka, saya harus hentikan budaya “copas dari sebelah” yang kadang saya lakukan tanpa menyebutkan sumbernya. Hanya berpegang bahwa ilmu tersebut bermanfaat, saya tidak menghargai sumber ilmu dengan tidak menyebutkan namanya.

Di zaman banjir informasi seperti saat ini, sangat sulit mengikat ilmu. Usai membaca, usai pula ilmu tersebut. Hanya sedikit yang mengendap. Saya pikir, mungkin karena derasnya informasi. Tetapi ketika membaca adab menuntut ilmu terkait diri sendiri, saya jadi tahu, sayalah yang tidak menerapkan adab menuntut ilmu dengan baik. Saya jarang mengosongkan gelas ilmu sehingga menjadi luber. Saya pun jarang menyesap pelan-pelan ilmu tersebut dengan membaca berulang. Maka, ilmu yang saya terima sering terhapus dengan cepat. Proses recall terjadi di saat-saat tertentu saja.

DI saat lain, bisa jadi saya menjadi egois ketika menuntut ilmu dengan membawa anak-anak sehingga mengganggu peserta lain. Terlebih, ternyata, saya tidak menghargai hak anak untuk bermain ketika mengajak mereka menemani saya belajar. Sesuatu yang baik tak selalu baik, memang.

Baiklah, saya akan berusaha menjadi murid yang baik, dengan menerapkan adab menuntut ilmu di atas. InsyaAllah bisa. Dan sebagai murid, saya akan berusaha menjawab 4 Pekerjaan Rumah yang harus saya coba pahami sisi lainnya, baru menjawab. Jawaban saya bukan jawaban terbaik, tetapi apa yang saya butuhkan saat ini. Berikut ini pertanyaan dan jawaban Nice Home Work 1:

A. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Pengembangan diri.
B.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Saya dibesarkan dengan sedikit bimbingan orang tua. Saya lebih banyak di rumah sendirian ditemani buku dan radio. Benar-benar sendirian sehingga dahulu sering bolos sekolah karena terlambat bangun. Orang tua bekerja dari fajar sampai jam 5 sore. Meski saya berhasil mencapai posisi sekarang, saya masih sering merasa tidak PD terkait attitude bersosial. Mengenai ilmu Parenting, bukan berarti saya mengesampingkan, tetapi jika saya bisa jadi panutan yang baik, saya yakin, anak-anak juga akan menjadi baik. Saya melihat urgensi merubah diri dahulu sambil mendidik anak menjadi sama-sama baik.
C. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Meniru teknik Ibu Septi, saya membuat planning dalam 90 hari.
1. Kembali memakai custom daily planner (buatan sendiri) yang sempat terhenti. Target 30 hari harus terisi penuh. Jika ada yang terlupa, harus diulang lagi. Harapan saya, kurang dari 90 hari ke depan saya lebih disiplin mengerjakan PR, membagi waktu, belajar hal baru, dan membagi manfaat dengan sekitar melalui kegiatan di rumah, di sekitar, di media sosial dan di blog.
2. Belajar public speaking sehingga bisa berbicara di depan kelompok dengan rasa percaya diri melalui buku, direct, dan youtube. Teknisnya ada di dialy planner di atas.
3. Lebih banyak membaca. Selama ini target membaca saya adalah 900 posting blog perbulan sehingga saya jarang sekali membaca buku. Setidaknya, mulai sekarang, saya harus membaca minimal 1 buku non fiksi per minggu meresume-nya di blog.

D. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
1. Rendah hati dalam menerima ilmu
2. Passion untuk berubah
3. Saringan ilmu yang lebih baik
4. Menghargai ilmu dengan lebih baik
5. Menghormati hak belajar orang lain  

Huaaa…. Akhirnya, saya selesai membuat pengakuan eh mengerjakan PR. Screening-nya agak lama karena saya harus mengenal diri saya sendiri sebelum menjawab dengan jujur. Tentu saja, jawaban di atas adalah jawaban terbaik di tanggal 23 Oktober 2016. November mendatang? Semoga lebih baik lagi cara menjawabnya. Sampai jumpa di Nice Home Work Ibu Profesional selanjutnya!!!


TAGS catatan ibu ibu prfesional matrikulasi nice home work


-

Catatan Saya

Susi Ernawati
@susierna

Search

Recent Post