Anak TK Mogok Sekolah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

14 Jun 2015

Adakalanya anak usia TK mogok sekolah. Mereka kekeuh menolak berangkat sekolah dan semakin dibujuk, anak semakin marah. Bisa juga anak beberapa kali mengompol padahal sebelum sekolah TK, mereka tak pernah mengompol. Ada apa gerangan dengan anak ini?

Anak usia Paud/TK sangat senang bermain. Mereka semakin berani mengeksplore sekitar dan sering lupa waktu ketika bermain. Di usia ini, anak juga dipaksa mengenal aturan sekolah yang bisa jadi terlalu ketat bagi anak. Ketika mereka senang berlarian ke sana ke mari, anak dipaksa duduk rapi di kursi, tangan sedekap, melafalkan banyak janji yang tak bisa mereka eja/baca, tugas harian yang mengikat, dan juga pekerjaan rumah yang banyak. Pada saat yang sama anak diharapkan dapat menguasai calistung dengan bantuan guru yang belum tentu mereka sukai. Teman-teman yang nakal atau sering mengolok-olok juga bisa melukai hati anak. Apalagi, beberapa kasus, guru kelas abai pada anak karena dinilai tak bisa mengejar ketertinggalan teman. Rekor sekolah terbaik memang masih diwakili kecemerlangan beberapa anak atau angka rata-rata prestasi kelas. Bukan pada 100% ketuntasan seluruh siswa di kelas. Maka yang tertinggal biarkan tertinggal karena masih banyak yang harus ditingkatkan. Begitulah kira-kira prinsip sekolah yang mengutamakan prestasi sekolah. Beberapa penyebab ini bisa menjadi beban berat bagi anak yang tak mampu menyesuaikan diri dengan target yang ditetapkan guru. Hal seperti ini sering membuat anak sering mogok sekolah, sering mengompol atau sering bermimpi buruk. Terutama jika anak tidak suka sekolah yang dimasukinya.

Sebelum memasukkan anak ke sekolah, orang tua harus mengetahui pentingnya memilih TK yang tepat dengan kepribadian anak. Jangan hanya terpaku pada jauh-dekatnya sekolah, favorit atau tidak, fasilitas lengkap atau tidak. Orang tua harus mencari Paud/TK yang memberi kesempatan seluas-luasnya pada anak dan membebaskan anak memilih apa yang disukai dengan tetap dipantau oleh guru.Anak diizinkan bereksplorasi dan bermain sehingga kegiatan calistung pun dilakukan dengan cara menyenangkan. Sekolah seperti ini akan memberikan anak gambaran betapa menyenangkannya sekolah. Kebebasan memilih apa yang disukai di sekolah juga mengajarkan anak untuk pandai mengambil keputusan kelak jika dewasa.


TAGS


-

Catatan Saya

Susi Ernawati
@susierna

Search

Recent Post