Larangan Impor Jeroan? Bagus Itu!

29 Jan 2015

Januari 2014 ini, Mentan Amran Sulaiman yang ganteng itu membuat kebijakan larang impor jeroan. Pak Amran menegaskan, di luar negeri, jeroan itu makanan anjing dan kucing. Jika Indonesia ingin dihargai, sebaiknya negara lain jangan mengekspor daging jeroan ke Tanah Indonesia. Dengan penutupan jalur impor jeroan, Kementan ingin Indonesia lebih dihargai negara lain. Benar begitu?

cda716c24037c5d803f92058d1fd4a67_jeroan-hati-sapi

Sebagai penyeimbang, saya membaca artikel tentang keluhan pengimpor daging yang tergabung dalam ASPIDI (Asosiasi Pengimpor daging Indonesia) yang disampaikan langsung oleh ketuanya. Pak Thomas menyatakan penghentian impor jeroan akan memukul bisnis importir daging, berdampak pada hotel dan restoran, juga mengancam rencana swasembada daging. Alasannya adalah kualitas jeroan sapi lokal masih rendah dan pada tahun 2012 lalu, pembatasan impor daging mengakibatkan pengurangan populasi sapi lokal. Masa sih?
Nah.. pendapat ketiga dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Syukur Iwantoro yang paling saya suka. Pak Syukur mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun untuk mengimpor bibit sapi dan indukan sapi agar kualitas sapi di Indonesia meningkat. Saya jadi ingat, 7 tahun lalu saya bergelut dengan koperasi dan salah satunya adalah koperasi untuk pembesaran sapi. Yah… agak-agak bernostalgia sedikit…. kala itu ada 2 koperasi sarjana yang dibentuk pemerintah. 1 koperasi di pembudidayaan sapi, dan 1 koperasi di pembudidayaan lobster. Akan lebih baik jika dibentuk kelompok-kelompok masyarakat seperti kala itu. Tentu saja dengan pengawasan yang lebih baik karena koperasi yang saya bicarakan itu sudah gagal mengemban amanah. Saya sendiri dengan sangat menyesal tidak sampai 1 tahun menjadi anggotanya.

3 pendapat sudah saya kemukakan di atas. Sekarang gantian pendapat saya ya. Menurut saya sih… keputusan itu tepat sekali. Saya termasuk yang tidak suka makan jeroan. Mungkin karena saya tahu bahwa makanan yang satu itu kebanyakan tidak layak konsumsi. Alasan kesehatan memang yang utama. Jeroan memicu asam urat, kolesterol, darah tinggi, bahkan stroke. Saya tidak memiliki keluhan-keluhan itu, tetapi saya tetap menghindarinya. Saya menghindari kuliner berbahan jeroan meski saya suka rasa khasnya. Tak semua yang enak itu sehat kan ya? Jadi harus pandai-pandai menyiasatinya.

0d05bdbf35c520f7839453eb1f905641_tumis-babat

Sudah tahu kalau jeroan itu tidak sehat, tetapi mengapa sangat laku ya? Kalau menilik ke kuliner jeroan di Indonesia, kita akan paham, mengapa Indonesia menjadi pengimpor jeroan. Tengoklah aneka makanan berbahan jeroan yang populer di Indonesia. Ada rendang otak, paru goreng, usus goreng, sate hati, rendang lidah, soto jeroan sapi, sambel goreng jeroan sapi, gulai, bacem, tumis. Ada banyak sekali variasi masakan jeroan di Indonesia. Tak heran jika permintaan jeroan cukup besar di Indonesia. Kalau menurut saya pribadi sih, kelihatannya jeroan Indonesia sudah cukup untuk suplainya. Impor jeroan daging malah akan merugikan peternak di Indonesia. Apalagi, belum tentu jeroan impor lebih sehat. Saya masih ingat beberapa kejadian penyakit parah yang terjadi karena jeroan impor. Kalau menurut saya, jeroan lokal malah lebih baik karena lebih fresh. Minimal tiap setahun sekali saya makan jeroan.

Jika musim haji dan dapat daging kurban yang ada jeroannya… tetap saya masak yang pertama. Alasannya simpel saja… pertama karena kondisi jeroan yang dibagi masih baru, kedua saya masak langsung hari itu juga karena jenis ini mudah mengkontaminasi daging lainnya. Jadi pada sore harinya bisa dipastikan saya makan olahan jeroan. Tips memasak jeroan sehat ala saya sederhana saja, yaitu dicuci bersih, direbus cukup lama dengan air banyak bersama salam, sereh dan daun jeruk. Cara itu membuat bau amis jeroan berkurang. Jangan sampai diberi garam ya.. agar cepat empuk. Setelah empuk, jeroan bisa dimasak menjadi apa saja. Yang terpenting, jangan sertakan air sisa perebusan jeroan tadi.
Masih menolak larangan impor jeroan sapi? Aduh jangan dooong…..

Artikel ini terinspirasi dari:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/27/100132626/Mentan.Jeroan.Itu.Makanan.Anjing.Impor.Saya.Tutup
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=346270:kementan-larang-impor-jeroan-pengusaha-mengeluh&catid=18:bisnis&Itemid=95

Foto pinjam dari kilas-kesehatan.blogspot.com dan food.detik.com


TAGS opini tips memasak memasak jeroan bahaya jeroan


-

Catatan Saya

Susi Ernawati
@susierna

Search

Recent Post